Sebut saja golngan otak kanan dan golongan otak kiri. Otak tidak hanya menggambarkan seberapa jeniusnya seseorang (gol. kiri), tapi juga menggambarkan perasaan, kepekaan seseorang terhadap lingkungan sekitarnya (gol. kanan).
Masyarakat Indonesia, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang jenius. Apakah ia berperasaan peka? Tidak juga. Kita bisa lihat, banyak orang pintar yang menyalahgunakan kepintarannya untuk membasmi orang lain (kasus bom Bali), mengayakan dirinya tanpa memikirkan orang lain (korupsi), dan masi banyak lagi kasus2 yang seharusnya tdk terjadi. Itulah mereka yang dominan otak kiri dan cuma sedikit dari otak kanannya yang dipakai untuk berpikir.
Otak kanan itu identik dengan pengertian, perasaan, imajinasi, dll. Tidak egois, ingin menang sendiri. Sifat2 buruk itulah yang kebanyakan dimiliki masyarakat Indonesia. Coba kita pakai, kita perhatikan otak kanan (perasaan kita) di kegiatan sosial sehari-hari. Bayangkan kalau semua pemimpin kita adalah Golongan Kanan. Bisa jadi orang2 yang melarat itu hilang, orang utan tidak terkekang, masyarakat damai, keuangan negara stabil, lingkungan Nusantara asri, anak2 kecil bisa bersekolah, semua masyarakat makmur atas semua bantuan pemerintah, dan image bangsa kita baik di mata bangsa lain.
Saya pribadi mengajak teman (para pembaca) mari kita pekakan perasaan kita. Jangan menjadi pribadi yang egois, rasakan yang orang lain rasakan atas perilaku kita yang baik/buruk. Jadilah manusia yang bangsa ini butuhkan, yaitu Golongan Kanan yang masih sedikit sekali di antara bangsa kita. Jadilah pemimpin yang sadar atas tanggung jawab yang dibebankan kepada kita, yang peka, perhatian terhadap bangsa, dan sadar bahwa semuanya akan diminta pertanggungjawabannya di hari akhir nanti.
Semoga bermanfaat. Salam dahsyat untuk semua ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar